Sabtu,16 Maret 2019 Rombongan peserta guru PAI bertolak dari Cirebon menuju Ciamis untuk mengikuti kegiatan seminar workshop
yang diselenggarakan oleh Pokjawas Kementrian Agama tingkat Provinsi Jawabarat di Kabupaten Ciamis. Masing-masing peserta diambil dari perwakilan kelompok kerja guru PAI di beberapa kecamatan se kabupaten Cirebon, dan dari Provinsi diambil dari masing-masing Kabupaten. Para peserta diharapkan hadir diacara workshop tepat waktu karena agenda pembahasan dimulai pagi hari pukul 8.00 WIB, oleh karenanya peserta yang menjadi delegasi di setiap masing-masing Kabupaten agar bisa mengatur pemberangkatan agar tidak mengalami keterlambatan disaat mengikuti kegiatan workshop yang diadakan tahunan ini. Begitu juga dengan para peserta yang ada dimasing-masing kecamatan agar bisa menyesuaikan waktu pemberangkatan menuju Cirebon. Karena yang diharapkan dari masing-masing kecamatan bisa berkumpul tepat waktu maka pengurus pemberangkatan yang dikomandoi oleh Pokjawas Kementrian Kabupaten Cirebon sebelumnya mengatur pemberangkatan diawali pada pukul 4.00 dini hari agar pemberangkatan ke Ciamis tidak terlambat. Jika star mulai pada pukul 4.00 WIB dini hari maka kira -kira pukul berapakah delegasi kecamatan yang terjauh dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Cirebon ? Untuk wilayah timur sebut saja Pabedilan, losari, Ciledug, Babakan dan Pasaleman karena letaknya diujung timur perbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Karena Star pemberangkatan itulah yang menjadi beban kecamatan untuk bisa menyesuaikan pemberangkatan, untuk kecamatan Pabedilan itu sendiri mulai pemberangkatan dari rumah tepat pada pukul 2.00 WIB. Bisa dibayangkan, jika berangkat ditengah malam hari sendirian mengendarai motor tentu jalan sepi, hal ini dialami oleh pak, Aminudin S.Pd.I dan Ketua KKGPAI nya demi tugas yang dibabankan padanya rela untuk mengikuti arahan yang disampaikan Pokjawas dan Pengawas binaan. Sesampai di Kabupaten Ciamis, peserta yang hadir diberikan tiga buah buku untuk dipelajari, dianalisa, kemudian menyimpulkan karena kegiatannya berdiskusi secara klasikal memecahkan permasalahan yang ada dimasyarakat pada umumnya, pada sesion pertama bedah buku fikih PAI disajikan oleh narasumber ternama yaitu. Dr.H.M.Athoilah, M.Ag salah satu pengarang buku tersebut memaparkan perlunya pemahaman dikalangan pendidik agar bisa menjadi pemandu, pembimbing, pembina dikalangan peserta didik terkait dengan problematika dimasyarakat. Peserta workshop diambil dari berbagai satuan pendidikan diantaranya, SD, SMP, SMA, SMK, dan pengawas binaan. Mereka para peserta diharapkan bisa mengaplikasikan ilmunya dan menjadi penggerak, pemandu, dan penyuluh dilingkungan kerjanya maupun di masyarakat. Seringkali menjadi perdebatan dikalangan anggota masyarakat mengenai masalah furuiyah, khilafiyah, menangani seperti pelaksanaan sholat jumat, pembagian ahli waris, juga mengurus jenazah. Para peserta worksop bedah buku fikih ini tujuan akhirnya adalah memberikan pemahaman jika terjadi perbedaan, perdebatan atau tidak ada sama sekali yang mengurusi masalah tersebut, khususnya dimulai pada peserta didik. Karena disinilah akar masalahnya pemahaman masyarakat yang homogen tidak semua diantara mereka yang asli dari jebolan pesantren tapi juga anggota masyarakat yang awam terhadap pemahaman agama. Maka disitulah peran guru agama dimasing-masing sekolah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar